Opini

Dignity Indonesia dan Yayasan Marinda Study Center Selenggarakan Youth Leader Camp: “Paradigma Para Pendiri Bangsa”

Dignity Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Marinda Study Center menyelenggarakan Youth Leader Camp bagi pemuda usia 23–35 tahun dengan tema “Paradigma Para Pendiri Bangsa.” Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran intensif dan reflektif untuk memperdalam pemahaman generasi muda terhadap warisan pemikiran para pendiri bangsa Indonesia. Kegiatan ini juga disponsori oleh PLN Indonesia Power sebagai bentuk […]

Dignity Indonesia dan Yayasan Marinda Study Center Selenggarakan Youth Leader Camp: “Paradigma Para Pendiri Bangsa” Read More »

Tersandera Perang di Negeri Orang: Krisis Energi dan Urgensi WFH sebagai Strategi Bertahan

Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran bukan lagi sekadar tontonan geopolitik yang jauh di mata. Gesekan militer di kawasan paling kaya hidrokarbon ini adalah alarm bahaya tingkat tertinggi bagi denyut nadi kehidupan kita sehari-hari. Ketika rudal melesat di langit Timur Tengah, dampaknya tidak hanya menghancurkan infrastruktur di episentrum konflik, pemblokiran Selat Hormuz yang merupakan

Tersandera Perang di Negeri Orang: Krisis Energi dan Urgensi WFH sebagai Strategi Bertahan Read More »

Membangkitkan Masyarakat Rasional

Pengantar Asal muasal demokrasi sebenarnya tidak sekedar bangunan sistem politik, namun justru bagaimana kesadaran manusia terbentuk. Ditinjau dari lintasan sejarah, demokrasi lahir dari upaya membebaskan manusia dari dogma, absolutisme, dan relasi kuasa yang bersifat transaksional. Demokrasi muncul sebagai ikhtiar kolektif untuk menempatkan nalar, dialog, dan kebebasan berpikir sebagai fondasi kehidupan bersama. Maka dari itu, demokrasi

Membangkitkan Masyarakat Rasional Read More »

Tragedi Kemanusiaan: Saat Rasa Aman Menjadi Barang Mahal bagi Pelajar Kita

Kabar tewasnya seorang pelajar akibat penganiayaan oleh oknum kepolisian bukan sekadar berita kriminal biasa; ini adalah lonceng kematian bagi rasa aman publik. Institusi Polri, yang dalam doktrinnya mengusung semboyan “melindungi, mengayomi, dan melayani”, sekali lagi mempertontonkan wajah beringas yang justru mencabut hak hidup warga negara, terlebih lagi seorang anak yang seharusnya dilindungi. Tragedi ini menjadi

Tragedi Kemanusiaan: Saat Rasa Aman Menjadi Barang Mahal bagi Pelajar Kita Read More »

Pertaruhan Integritas di Mahkamah Konstitusi: Belajar dari Sejarah atau Mengulang Tragedi?

Pelantikan Adies Kadir sebagai Hakim Konstitusi menggantikan Arief Hidayat seharusnya menjadi momentum penyegaran bagi Mahkamah Konstitusi (MK), namun yang terjadi justru sebaliknya. Awan mendung keraguan langsung menyelimuti lembaga pengawal konstitusi ini ketika 21 dosen dan pakar Hukum Tata Negara (HTN) secara terbuka menentang dan melaporkan proses tersebut. Reaksi keras dari kalangan akademisi ini bukanlah tanpa

Pertaruhan Integritas di Mahkamah Konstitusi: Belajar dari Sejarah atau Mengulang Tragedi? Read More »

Menggugat Pengesahan RUU KUHAP: Kontroversi Proses dan Muatan

Pengesahan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) telah memicu gelombang kritik dan kontra dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi hukum, hingga aktivis hak asasi manusia. Kontroversi ini tidak hanya terletak pada substansi atau muatan pasal-pasal di dalamnya, tetapi juga pada proses pembentukannya yang dinilai tertutup dan minim partisipasi publik yang

Menggugat Pengesahan RUU KUHAP: Kontroversi Proses dan Muatan Read More »

Menyoal Pemangkasan Transfer APBN ke Daerah: Dilema Kemandirian dan Pemerataan

Pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk daerah, terutama Dana Transfer Umum (DTU), menimbulkan kekhawatiran serius. Banyak daerah, terutama di Indonesia Timur dan wilayah terpencil, masih sangat bergantung pada kucuran dana dari pemerintah pusat. Mereka berargumen, pemerataan pembangunan, yang menjadi amanat konstitusi, sulit tercapai jika ketersediaan dana dari pusat berkurang. Kebijakan ini, di satu

Menyoal Pemangkasan Transfer APBN ke Daerah: Dilema Kemandirian dan Pemerataan Read More »

DPR dan Suara Jalanan: Saatnya Bangkit Jadi Penjaga Rakyat, Bukan Sekadar Stempel Kekuasaan

Demonstrasi di depan Gedung DPR kembali terjadi. Ribuan orang turun ke jalan, membawa spanduk, pengeras suara, dan suara yang selama ini tak terdengar di ruang-ruang legislatif. Aksi ini bukan sekadar peristiwa jalanan, melainkan ekspresi kolektif bahwa rakyat ingin DPR benar-benar menjalankan fungsinya, bukan hanya hadir sebagai pemanis demokrasi, tetapi menjadi lembaga yang aktif mengawasi dan

DPR dan Suara Jalanan: Saatnya Bangkit Jadi Penjaga Rakyat, Bukan Sekadar Stempel Kekuasaan Read More »

Demonstrasi di Pati: Wajah Terjal Kedaulatan Rakyat dan Pengingat Bagi Pemimpin Agar Tak Arogan

Demonstrasi massal yang melanda Kabupaten Pati baru-baru ini harus dibaca sebagai manifestasi paling otentik dari kedaulatan rakyat, bahwa suara rakyat adalah kekuatan tertinggi dan pemimpin yang arogan wajib dikoreksi. Ketika Bupati Sudewo memaksa menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250 % dalam waktu singkat tanpa dialog dan sosialisasi, masyarakat merespons dengan aksi besar-besaran yakni unjuk

Demonstrasi di Pati: Wajah Terjal Kedaulatan Rakyat dan Pengingat Bagi Pemimpin Agar Tak Arogan Read More »

Ironi Larangan Bendera One Piece: Ketika Simbol Perlawanan Dianggap Ancaman

Larangan pengibaran bendera One Piece di beberapa wilayah Indonesia baru-baru ini menimbulkan keheranan sekaligus ironi. Bendera yang digambarkan dengan tengkorak atau yang dikenal Jolly Roger, milik kru Bajak Laut Topi Jerami, dianggap mencemari ketertiban dan disamakan dengan simbol pemberontakan. Namun di balik bentuk visualnya yang khas bajak laut, bendera itu sesungguhnya melambangkan semangat kebebasan, solidaritas,

Ironi Larangan Bendera One Piece: Ketika Simbol Perlawanan Dianggap Ancaman Read More »